2009
04.24

Nowadays, in the ease of borrowing money in the bank is one of the facilities that we have met are very common. However, there are several things that must be clear in your mind, if you want to borrow money:

* Loans are not necessarily the same in the amount of payment.

This means that loans can only have the same difference in administrative costs, interest rates, delays in payments and penalties other additional costs. One wrong prevalent in the community that happens is, two loans with the same interest rate the same period and the same satisfaction, will spend the same cost. This above is not the main factor. Cost that we spend for a loan can be different because of the type of loan and how interest is calculated.

Simple example, interest on a regular loan, the interest should be paid, based on the remaining debt is not repaid. So if melunasinya more quickly, the interest payable will be smaller. This option is suitable for those of you who have more money / revenue does not remain as operators.

On the other hand, you certainly heard repayments remain, most of the bank to apply the system such as this where the repayments, interest is calculated based on the total loan amount and the time period pelunasannya. Say repayments remain 24 months, the interest is calculated for 24 months. That is called a permanent installment.

So, even if you melunasinya faster (less than 24 months), does not mean you do not need to pay interest for 24 months. Interest and must be paid, but is calculated for 24 months. This option may be more suitable for the current monthly cashflow difficulties / fixed income as employees.

* Interest rates and loan costs to be paid can actually negotiated with the bank.

Of course the bank will not let you this unless you have close relatives / good friends who worked at the bank. Most banks offer a loan program that is very interesting for every type of product loans / credit that they make. The more you look convincing (bonafid), the easier you are negotiating the interest rate and fees that apply. Prepare supporting documents outside of formal identity and salary slip (if any), such as a letter from the company (foreign companies more Dilirik), documents that show you have a clean credit record, document evidence kepemilkan up assets such as legitimate property, vehicles, SIUP / NPWP (if necessary) etc..

Invest time to make a survey to some of the most credible banks, from banks, and narrow your choices to 2-3 banks, the scheme based on satisfaction, the level of interest rates, flexibility, convenience, bonus, the most interesting to you. Check with the bank concerned whether they can quote better than the bank competitors that you visit. Use your credit record as a weapon to negotiate. If you already have or take a loan, explain to the bank because it will usually be more easier.

Also can you offer to the bank for debiting money directly from bank accounts as part of the loan scheme satisfaction. Basically a lot of things that you can use to save expenses when you make a loan.

* Bank really hope you borrow money, more than you need.

Bank you want to think that they have favor with you lend money as needed. In fact, this is not in the context of how well the bank himself, but rather is a permanent obligation and procedures, remember bank loans should be channeled in order to maintain the business, according to the projections and the early achievement of target per year. The Bank is too over-the liquid will not give many benefits to the shareholders / owners.

So think back, do not feel terintimidasi if you want to take a loan from the bank. Congratulations to apply for credit, for a productive purpose for, why not?

Dewasa ini, kemudahan dalam meminjam uang di bank adalah salah satu fasilitas yang sudah sangat lazim kita temui.
Namun ada beberapa hal yang harus ditanamkan dalam pikiran anda, jika ingin meminjam uang :

*Pinjaman yang sama belum tentu sama dalam jumlah pembayaran.

Artinya, bisa saja pinjaman yang sama mempunyai perbedaan dalam hal biaya administrasi, tingkat suku bunga, denda keterlambatan pembayaran maupun biaya tambahan lainnya.

Salah kaprah di masyarakat yang lazim terjadi adalah, dua pinjaman yang sama dengan suku bunga yang sama dan jangka waktu pelunasan yang sama, akan menghabiskan biaya yang sama.
Hal diatas bukanlah faktor utama. Biaya yang kita habiskan untuk satu pinjaman bisa saja berbeda karena jenis pinjamannya dan bagaimana bunga itu dihitung.

Contoh sederhananya, bunga pada sebuah pinjaman biasa, besarnya bunga yang harus dibayar, berdasarkan pada utang tersisa yang belum dilunasi.
Jadi jika melunasinya lebih cepat, bunga yang harus dibayar akan lebih kecil.

Opsi ini cocok bagi anda yang mempunyai uang lebih/penghasilan tidak tetap seperti pengusaha.

Disisi lain, anda tentunya pernah mendengar cicilan tetap, kebanyakan bank menerapkan sistem cicilan seperti ini dimana, bunga dihitung berdasarkan faktor jumlah total pinjaman dan jangka waktu pelunasannya. Katakanlah cicilan tetap 24 bulan, maka bunganya adalah dihitung selama 24 bulan. Itu sebabnya dinamakan cicilan tetap.

Jadi, sekalipun anda melunasinya lebih cepat (kurang dari 24 bulan), bukan berarti anda tidak perlu membayar bunga selama 24 bulan. Bunga yang dikenakan dan harus dibayar, tetap dihitung selama 24 bulan.
Opsi ini mungkin lebih cocok bagi yang sedang kesulitan cashflow bulanan/berpenghasilan tetap seperti karyawan.

* Suku bunga pinjaman dan biaya-biaya yang harus dibayar sebenarnya bisa dinegosiasikan dengan pihak bank.

Tentu saja pihak bank tidak akan memberitahukan anda hal ini kecuali anda punya kerabat dekat/teman baik yang bekerja di bank. Kebanyakan bank menawarkan program pinjaman yang sangat menarik untuk setiap jenis produk pinjaman/kredit yang mereka buat.

Semakin meyakinkan penampilan anda (bonafid), maka semakin mudah pula anda menegosiasikan suku bunga serta biaya-biaya lain yang dikenakan.
P
ersiapkan dokumen pendukung diluar surat identitas resmi dan slip gaji (jika ada), seperti surat keterangan dari perusahaan (perusahaan asing lebih dilirik), dokumen yang menunjukkan anda mempunyai credit record yang bersih, dokumen bukti kepemilkan sah atas aset seperti properti, kendaraan, SIUP/NPWP (jika diperlukan) dll.

Investasikan waktu luang untuk melakukan survei ke beberapa bank besar yang kredibel, dari bank-bank tersebut, persempit pilihan anda menjadi 2-3 bank, berdasarkan skema pelunasan, tingkat suku bunga, fleksibilitas, kemudahan, bonus, yang paling menarik menurut anda.

Tanyakan kepada bank bersangkutan apakah mereka bisa memberikan penawaran yang lebih baik dibandingkan dengan bank kompetitor yang sudah anda kunjungi. Gunakan credit record anda sebagai senjata untuk bernegosiasi. Jika anda sudah terbiasa atau sudah pernah mengambil pinjaman, jelaskan kepada bank karena biasanya akan lebih dipermudah.

Bisa juga, anda menawarkan kepada bank untuk mendebit langsung uang dari rekening sebagai bagian dari skema pelunasan pinjaman. Intinya banyak hal yang bisa anda gunakan untuk menghemat pengeluaran anda saat mengajukan pinjaman.

* Bank sangat berharap anda meminjam uang, lebih banyak daripada yang anda butuhkan.

Bank ingin anda berpikir bahwa mereka sudah berbaik hati dengan meminjamkan anda uang sesuai kebutuhan. Sebenarnya, ini bukan pada konteks seberapa baik hatinya bank , tetapi lebih merupakan satu keharusan dan prosedur tetap, ingat, bank harus menyalurkan pinjaman agar bisa mempertahankan bisnisnya, sesuai dengan proyeksi awal tahun dan target pencapaian per tahunnya. Bank yang terlalu over-liquid tidak akan memberikan banyak keuntungan kepada pemegang saham/pemilik.

Di Indonesia terdapat 130 bank (dimana 11 diantaranya adalah bank asing), yang siap menyalurkan pinjaman kepada anda. Bahkan beberapa bank sudah melayani pengajuan aplikasi kartu kredit dan kredit-kredit lainnya yang dilakukan secara online melalui internet.

Jadi pikirkan kembali, jangan merasa terintimidasi jika ingin mengambil pinjaman dari bank.
Selamat mengajukan pinjaman, selama untuk tujuan produktif, kenapa tidak?

  • Share/Bookmark

No Comment.

Add Your Comment